MEMBANGUN INDONESIA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

Generasi muda adalah tumpuan harapan bangsa, yang perlu di dukung dan diarahkan agar tidak salah langkah. Saat ini sebutan mereka lebih dikenal sebagai generasi millenial. Yaitu generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Hal ini dapat dilihat dari mulai anak balita yang mengenal gawai dengan berbagai game yang berdampak positif maupun negatif  hingga mereka dewasa. Para guru, orang tua dan lingkungan yang mengukir mereka menjadi manusia-manusia yang berkarakter dan berguna bagi orang lain. Pendidikan adalah salah satu wadah untuk menjadikan mereka generasi yang tangguh dan berkarakter. Pendidikan formal bisa di dapatkan di kelas dan pendidikan informal bisa didapatkan dari rumah dan masyarakat. Namun semenjak pandemi Covid-19 ini para murid, guru dan orang tua dihadapkan dengan perubahan yang tidak dipersiapkan sebelumnya.  

Kondisi ini dipertegas dengan adanya Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 agar seluruh kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun perguruan tinggi menggunakan metoda daring (dalam jaringan) sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran Coronavirus disease (Covid-19). Di dalam mengaplikasikan Surat Edaran tersebut ditemukan hal yang menarik, lucu  dan sedih. Guru dan orang tua dituntut untuk menjadi pendamping murid-murid atau anak-anak mereka di dalam menimba ilmu. Sedangkan bagi murid-murid atau anak-anak, tidak dapat bertatap muka langsung dengan guru dan teman-temannya. Guru yang tidak menguasai teknologi dituntut cepat belajar untuk mampu menggunakan media online didalam mengajar. Para orangtua harus lebih sabar dalam mendampingi putra putrinya ketika belajar. Bagi orang tua yang bekerja akan menemui beberapa kendala, terlebih ketika putra putrinya masih duduk di bangku SD atau SMP. Sementara itu para murid yang mendapatkan setumpuk tugas dari guru-guru mengharuskan mereka untuk duduk berjam-jam di depan laptop yang menyebabkan rasa kepenatan, kejenuhan dan menjadikan mereka kurang sehat secara mental maupun fisik.

Melihat kondisi ini maka perlu ditemukan model pembelajaran yang tepat bagi para murid di dalam menyerap pelajaran. Guru-guru akan mudah untuk mentransferkan ilmunya dan para orang tua mampu memahami instruksi para guru ketika memberikan tugas kepada putra dan putrinya. Model pembelajaran dalam jaringan ini sebenarnya sudah diatur dalam Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang 14 prinsip-prinsip standar proses. Beberapa proses yang berkaitan dengan kesuksesan pembelajaran dalam jaringan terdapat pada poin kesatu, kedua, keenam, ketujuh, kesebelas, kedua belas, dan ketiga belas dengan penjelasan sebagai berikut :

POIN KESATU

DARI PESERTA DIDIK DIBERI TAHU MENUJU PESERTA DIDIK MENCARI TAHU.

Peserta didik tidak lagi pasif mendapatkan ilmu dari gurunya namun perlu aktif untuk menggali lebih dalam teori yang diberikan oleh para guru mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari informasi dan contoh-contoh dari berbagai sumber seperti dari internet baik youtube, wikipedia, karya ilmiah dan sebagainya. Peran guru disini adalah memberikan pelajaran yang dapat menggali potensi yang dimiliki murid. Sebagai contoh pelajaran bahasa Inggris. Agar kemampuan speaking muridnya meningkat maka guru dapat memberikan tugas kepada mereka untuk berpidato dalam bahasa Inggris dan memvideokannya. Hal ini dilakukan jika media video converence tidak dapat dilakukan. Untuk pelajaran writing, guru dapat meminta para muridnya untuk menuliskan sebuah cerita dalam bahasa Inggris dengan mencari referensi dari internet. Cerita tersebut dapat dituliskan di blog setiap murid dan ada kewajiban untuk memberikan komentar dan membuat resume tiga blog yang sudah mereka baca.

POIN KEDUA

DARI GURU SEBAGAI SATU-SATUNYA SUMBER BELAJAR MENJADI BELAJAR BERBASIS ANEKA SUMBER BELAJAR

Disini para siswa dapat belajar dari mana saja, tidak hanya dari guru mereka namun dapat belajar dari teman-temannya, lingkungan di rumah maupun di masyarakat. Dalam masa pandemi Covid ini dapat dilakukan dengan membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan pelajaran sekolah.

POIN KEENAM

DARI PEMBELAJARAN YANG MENEKANKAN JAWABAN TUNGGAL MENUJU PEMBELAJARAN DENGAN JAWABAN YANG KEBENARANNYA MULTI DIMENSI 

Disini tugas yang diberikan harus dapat membuat para muridnya lebih kreatif dan inovatif.  Jika dalam bahasa Inggris dengan menggunakan pertanyaan “Why?” atau “Mengapa?”. Secara otomatis murid akan memberikan penjelasan.

POIN KETUJUH

DARI PEMBELAJARAN VERBALISME MENUJU KETERAMPILAN APLIKATIF

Disini guru diharapkan tidak sekedar memberikan teori namun juga memberikan contoh agar teori yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh dalam pelajaran bahasa Inggris terdapat role play dengan situasi di Restoran. Diharapkan murid dapat  memerankan sebagai waiter dan customer. Hal ini dapat dilakukan melakui video converence. Guru dapat mengevaluasi dan murid-murid lainnya bisa mendapatkan model yang benar dari teman-teman mereka sendiri.

POIN KEDELAPAN

PEMBELAJARAN YANG BERLANGSUNG DI RUMAH DI SEKOLAH, DAN DI MASYARAKAT.

POIN KEDUA BELAS

PEMBELAJARAN YANG MENERAPKAN PRINSIP BAHWA SIAPA SAJA ADALAH GURU, SIAPA SAJA ADALAH PESERTA DIDIK, DAN DI MANA SAJA ADALAH KELAS.

POIN KETIGA BELAS 

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN.

Demikian metode pembelajaran yang dapat diterapkan kepada murid-murid agar menyenangkan. Semuanya sudah diatur dalam Permendikbud no. 22 tahun 2016 dan 4 pilar pendidikan yang disusun oleh UNESCO, yaitu Learning to Know (belajar untuk mengetahui), Learning to Do (belajar untuk melakukan sesuatu), Learning to Be (belajar untuk menjadi sesuatu), dan Learning to Live Together (belajar untuk hidup bersama),

Referensi:

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/se-mendikbud-pembelajaran-secara-daring-dan-bekerja-dari-rumah-untuk-mencegah-penyebaran-covid19https://drive.google.com/file/d/0B08C4WiimKyfcWs1RU4wb2tESG1pcF9uZk5QV1RlcUtKWkZN/view

NANI KUSMIYATI, S.Pd., M.M., Jonggol 15 Agustus 2020

Diterbitkan oleh nanikusmiyati

Dosen yang terus belajar sepanjang hayat.

9 tanggapan untuk “MEMBANGUN INDONESIA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

  1. Jika bukan karena lomba, pasti tulisan ini akan diulas lebih panjang dan menarik untuk mencapai maksudnya. Ada pointer yang hilang. Saya sarankan, sesudah lomba, baiknya untuk menuliskannya kembali, jelaskan apa yang ibu harapkan dari setiap point yang akhirnya hanya ditulis seperti itu saja. Terima kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: